Rps 2
Kerangka kerja E-business dan Perencanaan pada E-business
E-Business diklasifikasikan sebagai penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung seluruh kegiatan usaha dan dapat dilakukan dengan menggunakan Web, Internet, intranet, extranet, atau beberapa kombinasi dari semuanya. Jadi E-business ini tidak hanya menangani kegiatan jual beli saja melainkan semua kegiatan yang ada pada usaha tersebut termasuk didalamnya yaitu e-commerce. Umumnya orang menganggap bahwa e-business adalah belanja online. Belanja melalui web adalah sebagian kecil dari kegiatan e-business dan E-business yang sering diistilahkan dengan perdagangan elektronik merupakan salah satu bentuk aktivitas yang menggunakan media internet sebagai sarana menjalankan bisnis secara online.
Terdapat 4 kerangka dasar yang harus diperhatikan :
• Infrastructure Framework (Kerangka Infrastruktur)
• Regulatory Framework (Kerangka Hukum)
• Organizational Framework (Kerangka Organisasi)
• Financial Framework (Kerangka Keuangan)
Membangun E-business perlu adanya perencanaan E-business yang baik. Sementara sejumlah praktisi manajemen menganggap bahwa sebuah perusahaan telah benar-benar menerapkan konsep E-business jika sebagian besar proses bisnis dan sumber daya informasinya telah secara signifikan (dan mayoritas) dikelola dengan menggunakan beragam teknologi informasi (terutama internet). Terdapat 5 faktor utama yang dipadukan dalam sebuah rencana E-business adalah manajemen senior mengarahkan e-business, dari ujung ke ujung berarti dari A ke Z, menetapkan infrastruktur agar semua ini dapat bekerja dengan baik, diperlukan investasi dalam TI, outsource, dan beralih ke bisnis online
Rps 3
Model-model bisnis dalam E-Business dan Keuntungan E-business
Kemajuan E-business pada dasarnya mempengaruhi teknologi informasi itu sendiri karena dalam perkembangan E-business, teknologi informasi memiliki fungsi sebagai penggerak dari dimungkinkannya model model bisnis baru. Dilihat dari jenisnya, E-Business dibagi menjadi dua kategori umum, yaitu B-to-B dan B-to-C. Prinsip pembagian ini dilandasi pada jenis institusi atau komunitas yang melakukan interaksi perdagangan dua arah. Dalam perkembangannya model E-Business menjadi beberapa model seperti Business To Business (B2B), B2C (Business to Costumer), C2C (Customer to Customer), dan Customer to business (C2B).
Di era teknologi saat ini, kebutuhan konsumen akan membawa perusahaan harus merevolusi bisnisnya. Bukan hanya itu, keuntungan yang ditawarkan oleh E-business dapat membawa dampak besar kepada perusahaan itu sendiri.
Berikut keuntungan yang ada dalam E-business
• Efficiency (pemanfaatan TIK dapat mengurangi total biaya operasional)
• Effectiveness (pelanggan dapat berhubungan dengan perusahaan kapan saja)
• Reach (memperluas jangkauan dan ruang gerak perusahaan untuk ekspansi dengan mudah tanpa memerlukan biaya yang relatif mahal)
• Structure (mengubah prilaku perusahaan dalam pendekatan bisnis)
• Opportunity (terbukanya peluang yang lebar bagi pelaku bisnis untuk berinovasi menciptakan produk atau jasa baru).
Rps 4
Komponen E- Marketplace, Tipe-Tipe E- Marketplace, Intermediasi dan Sindikasi dalam E-Bisnis
Pasar elektronik atau E-Marketplace merupakan suatu tempat dimana penjual dengan pembeli bertemu secara online dan melakukan transaksi secara online. Jadi E-Marketplace sebagai wadah bertemunya berbagai buyer maupun seller untuk meraup rezeki. Sedangkan Marketspace merupakan sebuah pasar di mana penjual dan pembeli bertukar barang dan jasa untuk uang, atau barang dan jasa lainnya, yang dilakukan secara elektronis. Adapun komponen yang terdapat dalam E-Marketplace yaitu: pelanggan, penjual, barang dan jasa, infrastruktur, front end, back end, intermediaries, partner bisnis lainnya, dan jasa pendukung.
Dalam e-marketplace juga terdapat tipe-tipe yang memenuhinya yaitu :
• Private e-marketplace
• Public e-marketplace
• Consortia
Dengan adanya perantara dapat mengatasi masalah privasi dalam bertransaksi tanpa harus memberitahu identitas si penjual ataupun pembeli. Intermediary atau Perantara ialah orang atau layanan yang terlibat sebagai pihak ketiga antara dua atau lebih titik akhir dalam komunikasi atau transaksi. Perantara memiliki peran penting dalam E-marketpace yaitu menyediakan atau mengontrol arus informasi di dunia maya, menggabungkan informasi dan menjualnya kepada orang lain.
Rps 5
Pertukaran Barang dan Negosiasi Online, E-Bisnis dalam Lingkungan Nirkabel, Kompetisi dalam Digital Economy, dan Dampak E- Market dalam Proses Bisnis dan Organisasi
Barter merupakan pertukaran barang atau jasa yang dilakukan oleh dua pihak tanpa menggunakan alat bayar seperti mata uang. E-barter ialah pertukaran yang dilakukan secara online. Negosiasi online merupakan tawar menawar harga yang dilakukan secara online yang biasanya digunakan untuk produk mahal, khusus, atau untuk pembelian dalam jumlah besar. Barter maupun Negoisasi dari dulu telah ada namun dilakukan secara langsung bukan online, karena sekarang perkembangan telnologi yang sudah lebih baik dari sebelumnya maka muncul adanya Barter dan Negosiasi Online tersebut.
Dukungan telekomunikasi nirkabel untuk mobilitas berkembang pesat, lebih banyak aplikasi dapat berjalan baik online maupun offline, perangkat genggam nirkabel, dan ponsel pintar terus turun seiring dengan meningkatnya kemampuan mereka, dan perdagangan seluler melalui perangkat nirkabel. Ini membuktikan bahwa E-business dalam lingkungan nirkabel berjalan dengan sangat baik dengan didukungnya telekomunikasi.
Ekonomi digital adalah suatu hal yang kompleks dan merupakan fenomena yang baru muncul terkait dengan aspek-aspek ekonomi mikro, ekonomi makro, dan teori organisasi dan administrasi. Ekonomi digital akan menjelaskan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi beberapa dekade yang akan datang. Di Indonesia, transaksi digital semakin berkembang. Penggunaan E-banking dalam transaksi ekonomi semakin berkembang pesat. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia juga ikut bersaing dalam dunia ekonomi digital. Seperti misalnya marketplace seperti Lazada, Tokopedia, OLX, dan Elevenia.
Dampak E-market dalam proses bisnis ialah memudahlan promosi baik produk maupun jada secara interaktif dan real melalui saluran komunikasi langsung via internet, menjangkau lebih banyak penlanggan di hampir semua belahan dunia, dan menurunkan biaya operasional. Sedangkan dampak E-Market dalam proses organisasi yaitu mampu beradaptasi secara cepat dengan teknologi baru dan perubahan lingkungan (learning organisation), dan mampu berani bereksperimen dengan produk, jasa, maupun proses baru.
Rps 6
Membahas dan mempelajari Ritel dalam E- Bisnis
Internet Marketing atau perdagangan elektronik adalah kegiatan jual beli barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. Sedangkan e-ritel yaitu memiliki arti Elektronik Retailing yang artinya kegiatan retailing yang terjadi secara online melalui internet. Model-model dari e-tailing yaitu model chanel dengan distribusi, diantaranya yaitu pemasaran langsung dengan mail order retailer secara online, pemasaran langsung dari pabrik, pure play e-tailer, click dan mortar retailers, dan internet (online) malls.
Dengan berjalannya waktu, internet banking terus berkembang, kita biasanya hanya melihat account dan men-download informasi. Kita dapat melihat semua transaksi perbankan, memindahkan uang, dan membayar tagihan secara online. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam memutuskan membeli secara online dikelompokkan menjadi stimuli pemasaran, lingkungan sosial budaya, psikologi, dan sistem kontrol dari vendor. Isu-isu seputar dari e-tailing yaitu diantaranya disintermediasi, reintermediation, cybermediation (intermediasi elektronik), hypermediation dan saluran konflik
Rps 7
Memperlajari perilaku konsumen
Perilaku konsumen ialah proses yang berkaitan erat dengan proses pembelian, konsumen melakukan aktifitas seperti melakukan pencarian, penelitian, dan pengevaluasian produk. Perilaku konsumen merupakan hal hal yang mendasari konsumen untuk keputusan pembelian. CRM (Customer Relationship Manajemen) merupakan strategi bisnis yang memadukan proses, manusia dan teknologi. Membantu menarik prospek penjualan serta keputusan pembelian, mengkonfersi mereka menjadi pelanggan, dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada, pelanggan yang puas dan loyal. Sedangkan Internet Marketing yakni strategi memasarkan dan mengiklankan produk lewat internet dengan tujuan promosi, meningkatkan volume penjualan, serta memengaruhi konsumen untuk membeli suatu barang/jasa.
Berikut adalah perilaku konsumen E-business :
1. Kritis terhadap penwaran-penawaran produk
2. Sensitif terhadap harga
3. Sensitif terhadap kualitas
4. Menuntut jaminan atau garansi atas produk
5. Menuntut teknik penyajian halaman web yang secara kognitif
Dengan adanya CRM dan Internet Marketing kita dapat mengetahui perilaku konsumen, kita dapat memastikan langkah apa yang kita ambil untuk mempengaruhi keputusan pembelian oleh pelanggan. Proses pengambilan keputusan yang diawali dengan pengenalan masalah kemudian mengevaluasinya dan memutuskan produk yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar